1. Home
  2. Informatika
    1. Internet   »
      1. YM Versi Web
      2. Membuat Tabel Scroll
      3. Menulis HTML
      4. Miliki Blogspot
      5. Penamaan Co Cc
      6. Pasang Blogumulus
    2. Computer   »
      1. PDF Reader
      2. Mengetik 10 Jari
      3. Membuat Daftar Isi
      4. Rahasia Mengetik Pascal
    3. Cellular
    4. Story   »
      1. The Blogger
      2. People   »
        1. Bill Gates
        2. Marco Calasan
        3. Matsushita
        4. Albert Einstein
        5. Bob Buford
      3. Harley Davidson
    5. Culture   »
      1. Jakarta
      2. Objek Wisata Pandeglang
    6. Josh Adventure   »
      1. Reinkarnasi
      2. Pulau Seribu
  3. Study
    1. Josh Info
    2. Jadwal Kuliah   »
      1. Jadwal Semester III
      2. Jadwal Semester IV
    3. Materi Kuliah   »
      1. Materi Semester III  »
        1. Matematika Diskrit   »
          1. 24 October 2009
          2. 7 November 2009
          3. 21 November 2009
          4. 5 December 2009
        2. Basis Data   »
          1. 25 October 2009
          2. 8 November 2009
          3. 22 November 2009
          4. 6 December 2009
          5. Answer 6 Dec 2009
        3. Statistik   »
          1. 25 October 2009
          2. 8 November 2009
          3. 22 November 2009
          4. 6 December 2009
        4. Pemrograman C++   »
          1. 31 October 2009
          2. 14 November 2009
          3. 28 November 2009
        5. Bahasa Rakitan   »
          1. 1 November 2009
          2. 15 November 2009
          3. Answer 15 Nov 2009
          4. 29 November 2009
          5. Answer 29 Nov 2009
        6. Sistem Informasi   »
          1. 1 November 2009
          2. 15 November 2009
          3. 29 November 2009
      2. Materi Semester IV   »
        1. Pengenalan HTML
        2. Pemrograman Web
        3. Asitektur Komputer
        4. Grafik Komputer
        5. Otomata
    4. Modul   »
      1. Basis Data
      2. Pemrograman C++
      3. Sistem Informasi
  4. Bisnis
    1. Attempt
    2. Internet Marketing
    3. Affiliasi E-book
    4. Axis Asix
  5. Oase
    1. Penulis
    2. Belantara
    3. Setetes Embun   »
      1. Miracle
      2. Matahari
    4. Harapan Indah   »
      1. Pagi Itu
      2. Sepantasnya
      3. Harapan
      4. Variasi
      5. Pemburu
      6. Cobra
    5. Rona Buana   »
      1. Los Fedilas
      2. The Email
      3. Anita Swaradewi
      4. Aurora Jelita Sukma
      5. Anjani Indah Prewani
      6. Burung Hantu
      7. Kata Sederhana
  6. Download
    1. Joshaxis Appication
    2. Joshedukasi YM
    3. Joshatext
    4. Joshappy
    5. Joshun
    6. Kamus HP
  7. Game
    1. Game Catur (Chess)
  8. Link
  9. Contact
Showing posts with label Harapan Indah. Show all posts
Showing posts with label Harapan Indah. Show all posts

Sunday, 2 May 2010

Joshun 2008

Joshun2008

M A T A H A R I
Nike Ardila

Didalam Gelap Kehidupan Ini
Seakan Tiada Sinar Cahayamu
Kucoba Melangkah Dari Satu Keyakinan
Didalam Gelap Pasti Ada Terang

Kegagalan Demi Kegagalan
Kujadikan Pedoman Hidup Ini
Bagai Hari-hari
Ada Siang Ada Malam
Teguhkan Iman Didalam Jiwa

aku Insan Lemah
Tak Lepas Dari Goda dan Cobaan
Diri Yang Merana Terombang Ambing
Oleh Kehidupan

Matahari Pagi Pancarkan Sinarmu
Agar aku Merasakan Kehangatanmu
Biarlah Mimpi Buruk Yang Kemarin
Hilang Ditelan Malam Yang Kelam

Kegagalan Demi Kegagalan
Kujadikan Pedoman Hidup Ini
Bagai Hari-hari
Ada Siang Ada Malam
Teguhkan Iman Didalam Jiwa

aku Insan Lemah
Tak Lepas Dari Goda dan Cobaan
Diri Yang Merana Terombang Ambing
Oleh Kehidupan

Matahari Pagi Pancarkan Sinarmu
Agar aku Merasakan Kehangatanmu
Biarlah Mimpi Buruk Yang Kemarin
Hilang Ditelan Malam Yang Kelam

Kita Manusia Tiada Daya
Selain Engkau Pengasih
Diri Yang Merana Terombang Ambing
Oleh Kehidupan

Coda :
Matahari Pagi Pancarkan Sinarmu
Agar aku Merasakan Kehangatanmu...

--- 0 ---

Maaf Joshun2008.exe dilengkapi password dan bukan untuk umum...
Download :

Regards...
Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Thursday, 11 February 2010

JOSHATEXT PROGRAM PENGOLAH DATABASE TEXT PRESENTASI

 JOSHATEXT PROGRAM PENGOLAH DATABASE TEXT PRESENTASI
Copyright by Joshaxis


F R E E W A R E

Salam Josh...

Joshatext dibuat menggunakan Microsoft Access 2003 yang merupakan software pengolah database cukup lengkap, produk resmi dari Microsoft Corporation.

Salah satu hal yang membuatnya dapat menciptakan system database adalah karena di dalamnya disertai VBA (Visual Basic for Application) yang dapat diakses oleh hampir seluruh object di dalam Microsoft Access.

Joshatext bisa dibuka dengan :
1. Microsoft Access 2000
2. Microsoft Access XP
3. Microsoft Access 2003
4. Microsoft Access Runtime 2003
5. Microsoft Access Versi yang lebih baru

Joshatex.exe terkemas dgn winrar untuk pendistribusian via internet.

Installasi :
1. Ekstrak Joshatext.rar sehingga mengeluarkan Joshatext.exe ke folder Anda.
2. Aktifkan Joshatext.exe sehingga Joshatext.exe siap untuk installasi.
2. Tunggu beberapa saat akan muncul dialog installasi Joshaxis.exe
3. Tekan tombol berikutnya dan ikuti petunjuk selanjutnya sampai selesai
4. Komputer Anda kini terinstal :
    a. Joshatext
        Berisi program pengolah database text presentasi non image.
    b. Setmacro :
        Bila saat membuka Joshatext muncul peringatan Security (pada startup
        Access), Silahkan klik shortcut
        Setmacro lalu ubah settingan macro security menjadi LOW.
    c. Compact and Repair :
        Untuk mengkompres data agar kapasitas size terjaga.
    d. Uninstall :
        Dapat digunakan untuk menguninstall Joshatext.

Cara menggunakan Joshatext :

Pada tampilan awal setelah splash screen Joshatext akan muncul Menu Utama Joshatext

Di Menu Utama terdapat menu File, Program dan Exit.

Pada menu File terdapat sub menu :

1. New
    Membuka form New yaitu tempat database text yang akan dimasukkan.
    Disini telah tersedia urutan kode dari A sampai Z dan secara otomatis
    Joshatext akan  memberikan nomor urutnya.

2. Open
    Membuka form Open yaitu tempat database text Anda
    Di sini juga tersedia opsi list pilihan untuk memilih text yang Anda ingin
    tayangkan dalam presentasi proyektor.
    Setelah terpilih silahkan tekan tombol show untuk menampilkan text Anda ke
    monitor atau proyektor.
    Tombol pilhan halaman, next dan list adalah opsi pilih data text yang telah
    Anda letakkan melalui form Open.
    Anda juga bisa menganti warna huruf atau background saat presentasi ini.

3. Edit
    Membuka form Edit yaitu tempat database text yang akan Anda edit.
    Disamping mengedit, Anda juga bisa menghapus database.

4. Property
    Membuka form Property yaitu tempat informasi jumlah database text Anda.

5. Reports
    Terdiri dari beberapa sub yaitu :
    a. Info Print yaitu form intruksi untuk mencetak database.
    b. Slide yaitu database text dalam format slide plastik OHP.
    c. Favorite yaitu database text yang ingin dicetak agak kecil.
    d. Catalog terdiri dari :
          - General yaitu mencetak secara keseluruhan database text Anda.
          - Count yaitu mencetak informasi jumlah database text Anda.

Pada menu Program terdapat sub menu :
1.  Refresh yaitu untuk menyegarkan program seperti refresh computer.
2.  About yaitu menampilkan sekilas info penggunaan Joshatext.
3.  Copyright yaitu informasi Joshaxis pembuat Joshatext.

Pada menu Exit terdapat sub menu :
1.  Exit Program yaitu untuk keluar dari Joshatext.


Tiada gading yang tak retak, demikian kata pepatah. Sebagaimana Software sebesar Microsoft pun terkadang juga menyajikan beragam bug atau error. Joshatext ini pun tak lepas dari berbagai kekurangan.
Joshaxis selaku pembuat Joshatext, akan terus berusaha mengembangkan teknik pemrogramannya guna hasil yang lebih baik dalam pembuatan program di masa yang akan datang.

Silahkan download : Joshatext (rar 1017 kb)


Sekian dan terima kasih
Semoga hari ini Anda bahagia....



Jakarta, 10 February 2010

Joshaxis
cs@joshaxis.co.cc
Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Thursday, 8 October 2009

Variasi

Suatu pagi di kelas playgroup Harapan Indah, Endah Prewaristy mendapat pelajaran bernyanyi. Masing-masing anak diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka tahu. Endah dan dua temannya memilih lagu sama, yaitu ‘Potong Bebek Angsa’. Ibu guru mengijinkan mereka menyanyikan lagu yang sama, tapi dengan sedikit variasi yang berbeda.

Endah yang mendapat kesempatan pertama, menyanyikan dengan penuh semangat dan kemampuan variasi vokal yang cukup baik. ‘Tek kotek kotek kotek. Anak ayam turun berkotek. Anak ayam turunnya lima, mati satu tinggal empat’. Demikian dihabiskannya lagu itu sampai pada kalimat ayamnya habis, alias mati semua. Tepuk tangan mengiringi Endah atas suaranya yang memang indah.

Kemudian kesempatan kedua, Indiana pun menyanyikan dengan penuh antusias. Dia tidak mau kalah dengan Endah. ‘Tek kotek kotek’ pun dilantunkannya. Tapi dia memberi variasi pada lagu tersebut dengan jumlah anak ayamnya sepuluh. Otomatis dia bernyanyi lebih lama. Namun dengan sabar dia menyanyikan lagu tersebut dari sepuluh, sembilan…hingga semuanya habis. Tepuk tangan mengiringi Indiana atas kesabarannya membuat variasi yang melelahkan.

Tibalah giliran Ellexaty menyanyikan lagu ini. “Rasanya gengsi kalau cuma lima atau sepuluh jumlah anak ayamnya,” demikian tukas Ellekaty dalam hati. “Kamu mau membuat
variasi apa pada lagu ini Ellex? tanya ibu guru. “Saya akan menambah jumlah ayamnya menjadi seratus bu!” jawab Ellexaty bangga.

Maka mulailah Ellexaty menyanyikan lagu tersebut, “Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek. Anak ayam turun seratus, mati satu tinggal sembilan puluh sembilan. Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek. Anak ayam turun sembilan puluh sembilan, mati satu tinggal sembilan puluh delapan.” Tek kotek kotek kotek terus melaju sampai jumlah ke sembilan puluh lima, mulut Ellekaty sudah lelah. Akhirnya dengan sedikit akal, dia mengakhiri lagunya, “Tek kotek kotek kotek, anak ayam turun berkotek. Anak ayam turun sembilan puluh lima, di kasih potas mati semua!!!”

Meniru orang lain
Bukan berarti lebih hebat
dari orang lain.

Salam Josh...

Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Sepantasnya

Sore itu Olis (bukan nama sebenarnya) berkemas dengan barang-barangnya. Sebuah truk telah menunggu didepan. Olis dengan mama dan adiknya akan pindah ke Perumahan Bulevar. Ada rasa berat meninggalkan rumah blok R di Harapan Indah tercinta tersebut.

“Kehidupan Lengkap Sudah” slogan perumahan Harapan Indah memang cukup sulit untuk ditinggalkan. Di Harapan Indah banyak penjual makanan lalu lalang maupun yang buka stand, Di Harapan Indah ada ruko onderdil otomotif, ada juga beragam toko buku, mainan, kado bahkan pakaian dan sepatu serta aksesoris lainnya. Tak ketinggalan dengan itu, ada juga penjual dan servis komputer, rental komputer bahkan warung internet serta yang paling digandrungi para remaja yaitu game playstation seakan menjamur dimana-mana.

Dan komoditi yang telah menjadi kebutuhan vital, gaya hidup, bahkan hobi masyarakat metropolist tersedia hampir tak terbilang jumlahnya walau masih terpencar dengan stand-stand yang unik. Counter HP! Itu dia! Cek, cek, cek! HP?! Zaman ini siapa yang nggak butuh dengannya? atau paling tidak siapa yang tidak kenal dengannya? HP kini bisa dibilang takkan lepas dari genggaman pecintanya. Bahkan pengembang Damai Putra Group, pengembang yang mengelola Harapan Indah, Bulevar Hijau dan Duta Bumi dalam waktu dekat akan menghadirkan pusat penjualan HP terbesar di Bekasi! Lokasinya direncanakan di jalan utama menuju Harapan Indah, Wuah! Semakin lengkap saja Harapan Indah.

Setelah rumah blok R itu terjual, Olis dengan mama dan adiknya pindah ke Bulevar bagian belakang. Di temani beberapa teman dari blok R, Olis mengangkut barang-barangnya menuju Bulevar. Sesampainya di depan rumahnya yang baru dan masih standart itu, tiba-tiba sejumlah pemuda mengaku sebagai keamanan datang dan meminta uang. Sesaat Olis terkejut, dan memberikan uang Rp. 10,000. Namun gerombolan pemuda tersebut berkata, “Berilah sepantasnya!” Kemudian Olis memberikan lagi Rp. 10,000. Kembali diucapkan oleh seorang dari gerombolan tersebut, “Beri sepantasnyalah.” Dari pada cek-cok lebih lama, lalu Olis memberinya uang Rp. 30,000 lagi. Tapi… “Kurang! Berilah sepantasnya.” kata seorang yang lain diantara mereka. Dengan penuh kedongkolan akhirnya Olis memberi uang Rp. 10,000 lagi dan cek-cok itupun berakhirlah.

“Berilah sepantasnya?” ketika Joshepine mendengar cerita Olis tentang hal ini, Josh (demikian biasa panggilan Joshepine) tertegun. Hal menarik dari cerita Olis bukanlah kesibukannya mengemasi barang-barang, atau kekecewaannya meninggalkan Harapan Indah yang berslogan kehidupan lengkap sudah, juga bukan kedongkolannya pada mereka yang mengatakan “Berilah sepantasnya.” Bagi Josh hal menarik dari cerita Olis adalah kalimat “Berilah sepantasnya.” Rasanya seberapa banyak kita telah memberi sepantasnya pada sesama? Pada sekitar? Pada study? Pada pekerjaan? Pada atasan? Pada harapan? Pada masa depan? Pada orang tua? Bahkan pada Pencipta?… Bagaimana jika ada yang meminta untuk memberi sepantasnya padanya? Pantaskah seseorang meminta sepantasnya untuk dirinya jika dia tidak memberi sepantasnya?

Joshepine tercenung..., benaknya masih menyimpan bongkahan kalimat sastra "Memberi lebih baik dari menerima"

Salam Josh...

Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Cobra

Siapa yang enggak pernah tahu ular cobra? Ular yang cukup membuat bulu kuduk ikut berdiri ketika ular tersebut mulai berdiri siap memangsa! Hih ngeri lah!! Kamis siang itu ketika matahari tepat diatas kepala, di sebuah rumah blok R Harapan Indah, tiba-tiba menggeliatlah seekor ular cobra sambil beringsut-ingsut ingin mencari kenalan sekaligus makanan. Wuih, dengan badan sebesar ban sepeda federal dan panjang kurang lebih dua meter, cobra tersebut menyelinap dibawah sofa yang diletakkan di teras depan rumah tersebut. Alamak!! Untung aja nggak ada yang dudukin tuh sofa empuk, karena tentu saja bisa jadi sasaran empuk bagi sang ular yang belum ngantuk.

Adalah Josephine (bukan nama sebenarnya) yang baru beli sesuatu ketika tiba di depan halaman rumah tersebut, dia langsung lari. Untung di sekitar situ ada dua orang pedagang ‘Bakso Bakwan Kawi Malang’, yang cukup lama berteman dengannya. Joshepine langsung meminta tolong pada mereka. Begitu melihat seekor ular cobra yang siap memangsa, mereka bersama Joshepine segera mengambil beberapa kayu yang kebetulan ada disekitar situ dan mencoba membunuh ular tersebut. Hebat! sang ular mengetahui posisinya kalah jumlah dan langkah, jadi dia segera berusaha melarikan diri sambil sesekali menakuti dengan membesarkan leher mulusnya. Namun ternyata setelah hampir satu jam berusaha, akhirnya cobra tersebut tewas.

Ular tersebut telah keluar dari komunitasnya. Ular tersebut telah berusaha untuk mencari sesuatu di luar lingkungannya. Yup, memang akhirnya dia mati, namun yang pasti dia telah berusaha untuk dapat mengukir kehidupannya dengan hal yang baru untuk suatu perubahan yang mungkin dapat dituju. “Bonek/ Bondo nekat” begitulah orang Jawa bilang, namun jika selalu tidak berani melangkah keluar dari zona aman untuk suatu perubahan yang mungkin dapat terwujudkan, maka lambat laun zona aman itupun juga akan menyuguhkan kematian.

Kita bukanlah cobra yang hanya ingin memangsa dimanapun berada. Kita manusia yang menghormati hak asasi sesama. Dalam usaha meraih impian, tentu perlu pengorbanan untuk perubahan. Keluar dari zona yang telah ada, mencoba mengadakan perubahan, itu wajar walau banyak hal yang seakan menyakitkan. Mungkin perubahan dalam system pendidikan, gaya hidup, metode ataupun penyampaian gagasan. Jadi siapapun kita tak perlu takut menjalani hidup ini kapan dan dimanapun berada.

Hidup ini indah, selama mentari masih bergulir, berarti kehidupan masih menyisakan harapan untuk diukir. Kematian atau kekalahan bisa terjadi dimana saja termasuk dalam zona aman yang ada ataupun dalam langkah menuju perubahan. Entah itu mati jasmani atau rohani atau kalah sebelum melangkah dengan ketakutan yang membuahkan gundah.

Karena tiada kata benar jika tiada kata salah, tiada kata hidup jika tiada kata mati!! Nanti dan nanti adalah sesuatu yang perlu dikerjakan oleh kini dengan pasti. Berantas korupsi itu bukan dimulai nanti, basmi kejahatan, itu bukan dimulai nanti. Ciptakan lingkungan tertib indah dan nyaman, itu juga bukan dimulai nanti. Ingin merasa hidup damai itupun juga bukan karena nanti. Kini dan kinilah saatnya kita dapat memulai untuk nanti bermula dari individu kita sendiri.

Salam Josh...




Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Thursday, 1 October 2009

Harapan Indah

Lepas dari segala argument yang berbau negatif, hidup di Harapan Indah cukup nyaman dan nikmat. Kala senja mengiring langkah manusia menuju malam yang menyimpan berjuta pesona angkasa.

Di perumahan Harapan Indah cukup banyak tempat untuk kita dapat menikmati keindahan senja menjelang malam tiba. Mulai dari pintu gerbang utama, sampai bagian paling belakang dekat sawah yang hijau, kita dapat memilih makanan ringan ataupun berat sambil nongkrong melepas lelah.

Hidup memang perjuangan, takut berperang, berarti takut berjuang. Takut resiko dan segala bahaya yang menghadang, berarti sudah kalah sebelum berjuang. Secemerlangnya otak kita, baik itu karena alami, supplement ataupun lainnya, kita tentu pernah menghadapi stress karena keadaan. Baik itu keadaan di kantor, di rumah, maupun di lingkungan di mana kita berada.

Stress seumpama karena atasan kita yang teramat brilliant tersebut meminta kita mengumpulan batang lidi yang teronggok di belakang kantor untuk disatukan dan dibuat penyangga papan reklame, dengan demikian batang lidi tersebut dapat dimanfaatkan. Ok Einstein pun pernah seperti orang gila, namun ternyata idenya memang sangat bermanfaat bagi sesama.

Jika kemungkinan dan kenyataan seakan membentur otak kita, ambillah waktu untuk refreshing walau hanya satu atau dua jam saja. Dimanapun kita berada, sebenarnya kita bisa menikmatinya sebagai tempat refreshing kita.

Coba rasakan ringannya udara yang terhirup oleh kita, betapa itu telah ada untuk kita secara cuma-cuma. Hidup ini indah!! Dari segala yang terasa berat, masih ada yang terasa ringan. Dari segala yang terasa mahal, masih ada yang terasa murah. Dari segala yang terasa sukar, masih ada yang terasa mudah.

Jika kita belum mampu membuat orang lain senang, paling tidak jangan membuat orang lain susah. Ok’ bila semua orang Indonesia berlaku demikian, maka tentu Indonesia tanah air tercinta ini jadi lebih rapi, tiada kejahatan terjadi seperti koruptor tingkat tinggi maupun penjahat kelas teri. Semua akan saling menghargai hak asasi dari hati ke hati. Dan damai di negri ini bagai kita memandang indahnya pesona angkasa memayungi hari.

Hidup Indonesia ! Merdeka !!
Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Wednesday, 30 September 2009

Pagi Gerah Harapan Indah

Seperti biasa, Mirna berangkat jam lima pagi dari Perumahan Harapan Indah menuju Jakarta, mengantar putri tercinta ke sekolahnya. Mirna (bukan nama sebenarnya) baru sebulan tinggal di Harapan Indah.

Berhubung sebentar lagi kenaikan kelas, maka sang putri tercinta terpaksa harus rela bangun pagi-pagi untuk segera berkemas pergi ke Sekolahnya di Jakarta. Nanti setelah kenaikan kelas rencananya sang putri akan pindah sekolah di Harapan Indah.
Sampai kini jalanan utama menuju Harapan Indah, di pagi hari masih sering dibayangi dengan kemacetan. Sehingga untuk menghindari kemacetan tersebut, maka Mirna memilih lebih awal dari yang awal ketika jalanan masih agak sepi untuk berangkat dari Harapan Indah menuju Jakarta.
Lain halnya dengan Yuni (bukan nama sebenarnya). Untuk menghindari kemacetan, maka Yuni yang juga baru tinggal di Harapan Indah ini lebih memilih berangkat ter-akhir dari yang akhir pada jam berangkat kerja di pagi hari. Beruntung bagi Yuni, karena dia tidak begitu terikat dengan jam kerja. Oleh karena itu untuk berangkat kerja, dia memilih antara jam delapan dan sembilan pagi, dimana jalanan sudah agak sepi.


Tidak sedikit penghuni perumahan Harapan Indah dan sekitarnya berlaku seperti Mirna ataupun Yuni dalam mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Ada yang berangkat lebih awal, ada pula yang berangkat lebih akhir.
Namun Senin pagi itu, baik mereka yang seperti Mirna atau Yuni, atau juga yang terbiasa dengan sesaknya macet pagi hari, semua pada gerah menghempas pagi. Kemacetan luar biasa terjadi dari sebelum terbit matahari sampai teriknya menyengat di kulit ari. Usut punya usut ternyata ada kecelakaan yang terjadi di jalanan depan pasar Menteng bahkan menimbulkan beberapa korban jiwa.
Wow benar-benar pagi yang gerah. Di tengah kemacetan tersebut, banyak keluhan yang tertahan dan terucapkan. Ada pula yang nekat lewat di tengah sawah. Sebut saja Wany dan Lumi, dengan sepeda motor bebek mereka menerabas lewat di samping Sport Center Harapan Indah yang adalah sawah. Bahkan ada yang sangat kegerahan dan merasa kecewa berat dengan keadaan itu, lalu mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk meminta bantuan agar jalanan di Harapan Indah segera lancar. Namun sayang telepon yang dihubungi sedang sibuk gerutunya.
Angkatan 66 (berangkat jam 6 pagi dan pulang jam 6 sore) atau 56 atau yang lainnya mungkin, tapi yang jelas Hidup di Harapan Indah jika kerja atau kesibukannya di Jakarta, mau tidak mau (tidak mau!! mungkin ini jawabannya – red) tiap hari harus menghadapi kemacetan yang menggerahkan. Apa lagi bila ada kecelakaan atau yang lainnya, maka kemacetan tersebut bertambah lama. Sampai kapan hal ini terjadi?

(Artikel ini pernah dimuat di Koran Independent POTENSI Jabotabek)


Read More

Silahkan berbagi dengan teman melalui tombol-tombol share ini...

  • Stumb
  • Icious
  • Tech
  • Twitt
  • F.B.
  • Redit
  • Google
  • Furl
  • Mixx
  • Design
  • B.Mark
  • B.List
  • Diigo
  Menea

Copyright © 2010 by JOSHAXIS - Seize The Day | Powered by BLOGGER

Thank You Visitted Joshaxis